Sumenep,pmiiunibamadura - Konsep Segitiga Emas yang dihasilkan dari penelitian Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Kabupaten Sumenep bersama Tim Riset Universitas Wiraraja berpotensi tidak ada tindak lanjut.
Hal ini sempat menjadi atensi Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura dalam demonstrasi jilid II pada Senin, (29/12). Mereka mempertanyakan langkah Disbbudporapar dalam menindak lanjuti temuan BRIDA tersebut.
"Disbudporapar selalu serampangan melakukan rencana pembangunan parawisata Sumenep, di bulan Januari BRIDA menghasilkan kosep segitiga emas, Disbudporapar sampai hari ini tidak ada langkah apapun," Kata slah satu masa aksi saat berorasi.
Selain itu, Mereka menilai Disbudporapar tidak sungguh-sungguh menjalankan Rencana Induk Pembangunan Keparawisataan Kabupaten Sumenep (Rappirkab) 2018-2025.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Disbudporapar Mohammad Iksan menyampaikan bahwa pihaknya tidak bisa menerapkan penelitian BRIDA tahun ini karena anggaran untuk konsep segitiga emas tidak ada.
"Saya selalu menugaskan. Karena penelitiannya baru di tahun 2025, maka tidak lansung serta merta diikuti yang nama nya BRIDA, kalo penelitiannya dengan ini loh anggarannya, lansung mas saya kerjakan," tegasnya kepada peserta aksi.
Iksan menambahkan meskipun Disbudporapar tidak memiliki anggaran pihaknya telah berusaha berkoordinasi dengan Parawisata Jawa Timur dan Perhubungan Jawa Timur. Bahkan ia mengklaim kapal cepat Trans Laut Jatim diperoleh dari kinerja Disbudporapar.
Peserta sempat menyela mengkritisi pernyataan Kepala Disbudporapar tentang Kapal Cepat. Menurut Aditya Kapal cepat dalam pemberitaan didapat dari kinerja Dinas Perhubungan Sumenep.
"Loh, Kale'ro, yang membangun monggo Dinas Perhubungan, yang mengkomunikasiakan agar anda bisa kesana-kesana tugas kita dan perhubungan. Yang datang kita dengan perhubungan," bantah Iksan.
Ketua Komisariat PMII UNIBA Madura, Tijanuz Zaman memberi komentar terhadap pernyataan Disbudporapar dalam pengadaan Kapal cepat. Menurutnya pernyataan Kadisbudporapar hanya memutar-mutar.
"apa bedanya, yang membangun dan yang mengkomunikasikan perhubungan, Disbudporapar nimbrung saja agar Kapal Cepat bisa melewati detinasi strategis kepulauan, dan memang rutenya harus demikian," ungkap pria yg kerap disapa Zaman.
Diketahui, konsep segita emas yang ditemukan BRIDA berpeluang besar dalam pembangunan parawisata jangka panjang. Sekretaris BRIDA Sumenep Abdul Kohir, S.E., M. SI., dalam sambutannya di pembukaan FGD Pembangunan Parawisata berharap peletian tersebut dapat memperoleh surat rekomendasi dari OPD terkait.
"harapannya bisa mendapatkan konklusi berupa rekomendasi OPD terkait dengan tupoksinya," dilansir sumenepkab.go.id, Selasa, (18/11/2025).
Masyarakat kepualauan masih menunggu tindak lanjut dari penelitian tersebut agar dampak yang dirasakan segara bisa dinikamati masyarakat sekitar segitiga emas.
